Selasa, 14 Desember 2010

bebas berEKSPRESI didunia yang REALISTIS




Berfikir secara realistis .

Realistis saja kalau rasa sayang itu datang . Tak perlu menolak dan tak perlu membatasi, karena Allah sudah memberikan takaran yang sesuai dan seharusnya itu ku nikmati .

Realistis saja kalau aku ingin menangis karena tersakiti, entah rasa sakit itu terasa di bagian batiniah atau rohaniah .
Tapi tetap saja realistis, tak bisa menahan sakit silahkan luapkan dengan tangisan .
Kalau kamu malu itu gampang bersembunyi saja dibalik bantal jangan sampai ada yang tau .

Realistis saja kalau aku tersenyum, tersenyum didepan semuanya karena aku bahagia,
bahagia karena bisa menutupi semua kesedihan yang aku rasakan,
bahagia karena semua orang tau kalau aku bahagia .

Realistis saja kalau aku ingin merasaa bebaas . Karena merasa terpenjara dalam sebuah KEBIASAAN yang sulit diubah .

Disini aku hanya ingin berekspresi .
Mengekspresikan rasa yang kumiliki .
Tolong Jangan batasi dengan argumenmu .
Dimana pikiran,mata dan hati tidak lagi sinkron akibat kebodohan .

:)

1 komentar:

  1. Luar biasa...pilihan kata2nya, alunan rima tiap kalimat, luar biasa....saluuut..luapan perasaan atas pengalaman pribadi yg di gambarkan lewat kalimat2 indah, sehingga org yg membacanya pun ikut larut k dalam suasana yg terbangun...Trima kasih, suatu cerita yg indah n nikmat untuk dibaca. Saya sudah baca semuanya, keren2....km ga ad niat buat jd buku atau ga bikin novel?

    BalasHapus